Blabliblu

Kamu ngga bisa jadi orang lain. Sekeras apapun usahamu, kamu adalah kamu.
Kamu mungkin ingin hidup seperti orang itu atau orang anu.
Tapi nyatanya Dia memilihkan takdir yang berbeda antara kamu dengan orang itu ataupun orang anu.

Kamu harusnya ngga boleh sedih.
Karena pilihanNya itu yang paling bagus.
Kamu pikir kamu tidak beruntung dan merasa tidak diberkahi.
Jangan begitu, itu namanya kamu tidak berterima kasih. Kamu juga membuang waktu.
Kamu pikir kamu punya banyak waktu untuk dibuang?
Semua manusia punya batas waktu.
Kamu ngga tau kan batas waktumu kapan? Setahun lagi? Seminggu? Sehari?

Aku kan bukan pohon beringin yang bisa kuat cuma karena cahaya matahari dan air. Makanya aku butuh kamu, kamu yang bisa jadi penguatku.
Karena kadang orang yang paling dekat dengan aku pun ngga bisa semengerti dirimu.

Kamu kan diriku, masa kamu gak bisa menasehati aku?
Tolonglah kamu itu yang kuat, banyak belajar, banyak mengambil hikmah.
Umurmu 23 kan? Sebentar lagi 24. Udah semakin uzur loh.
Yang kamu lagi jalani sekarang, mungkin Dia sedang mengajarimu apa itu Sabar. Jadi…yang sabar ya ^^

Ah kenape sih eloh suka banget menyeh-menyeh kayak begini hah?!


“Sabar -man.. kali ntar The Avengers bikin sekuel..”


WAHAHAHAHA.. 
Ini adalah salah satu gambar karyanya temen gue yang tampan  namanya Nanae. Dia gambar ini pasti lagi refleksi diri. BAHAHAHA :P
Gambarnya keyen dan oenyoe ♥

WAHAHAHAHA.. 

Ini adalah salah satu gambar karyanya temen gue yang tampan  namanya Nanae. Dia gambar ini pasti lagi refleksi diri. BAHAHAHA :P

Gambarnya keyen dan oenyoe ♥

(Source: pinsilkertas)

Tidak Jodoh

Kemarin-kemarin gue ikut tes untuk jadi teacher di salah satu sekolah bilangan Cibubur. Tes akademik, psikotes dan tes bahasa inggris. Alhamdulillah, pada tahap ini gue lulus.

Sepekan kemudian diadakan tes mikroteaching dan interview. Karena sekolah ini menggunakan kurikulum cambridge, panitia bilang mikroteachingnya harus bahasa inggris. Kemudian gue pun jumpalitan khawatir. Udah tau kalau mikroteachingnya pakai bahasa inggris, gue ngga prepare serius. Mungkin gue pikir, kalau spontan pun rasanya lebih natural dan baik. 

Harinya pun tiba. 

Panitia bilang kalau tesnya akan dimulai pukul 8 pagi. Tapi kenyataannya jam 8 sudah banyak peserta seleksi yang datang pun belum juga dimulai tesnya. Sambil nunggu, gue ngobrol-ngobrol kenalan sama peserta lain. Dan yunowwat? Ada yang dari ITB, ada yang dari UI sastra jerman dan prancis, ada yang dari UNPAD psikologi. Mereka apply jadi guru. Gue pun terbengong-bengong, ini kenapa pada nyasar dimari inih?!@#$

Tes mikroteaching akhirnya dimulai sekitar pukul 9. Peserta seleksi dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertama adalah bidang studi dan kelompok 2 adalah primary, kindergarten dan special needs. Kemudian kedua kelompok masuk ke dalam kelas yang berbeda. 

Meskipun panitia meminta mikroteaching dalam bahasa inggris, tapi panitia menolerir penggunaan bahasa indonesia jika memang sudah stuck.. Horeeey!

Dan akhirnya tiba giliran gue..

Dengan bahasa inggris yang seadanya gue mulai membuka pembelajaran, kemudian dilanjutkan dengan games sederhana, baru kemudian masuk ke dalam materi. Nah pas di materi ini gue pun kelimpungan nyari padanan bahasa inggris yang benar. Karena gue pikir kalau kayak begini terus ga bakal selesai seharian, maka gue menggunakan bahasa indonesia. Menurut gue daripada menggunakan bahasa inggris tujuan dari pembelajaran yang disajikan ngga tercapai, ya mending gunain bahasa indonesia dong ya, muahahaha. 

Tes mikroteaching selesai sekitar pukul 12 siang. Kemudian peserta diberikan waktu break sekitar 30 menit untuk makan siang dan sholat zuhur. Kemudian dilanjutkan dengan interview. 

Interview seperti interview yang lainnya, perkenalan, studi kasus,dan motivasi. Yang agak mengejutkan adalah gue dikasih pertanyaan begini, ” Bersedia ngga Anda  menggunakan jilbab yang dimasukkan ke dalam baju?”. Dimasukkan dalam baju? Karena gue ngga mengerti itu jilbab yang model bagaimana, gue pun balik tanya. Kata interviewer, jilbab  pendek seleher yang dililit ataupun dimasukkan ke dalam baju, yang tidak menjuntai-juntai. Oh.. gue pun baru paham arah pertanyaannya kemana. Maka gue tanya lagi alasan kenapa harus jilbab model begitu, ngga yang kayak gue pake sekarang. Dia bilang, jilbab yang gue  pakai sekarang terlihat ribet dan tidak praktis. 

Kemudian gue bilang, bahwa gue sama sekali ngga ribet untuk pakai jilbab model seperti ini. Apalagi jilbab yang gue pakai sesuai dengan tuntunan agama, menutupi dada dan tidak transaparan. Sepertinya argumen gue ngga cukup memuaskan interviewer, soalnya habis itu dia kayak kehilangan mood untuk tanya-tanya, yasudah.. Sesi interview selesai dan pengumuman lulus tidaknya sekitar 3-5 hari.

Aneh ya, padahal jilbab yang gue pakai pun ngga panjang-panjang amat, ngga sampai sedengkul atau pun semata kaki. Lagian kan ini menyangkut kebebasan dalam menjalankan ajaran agama yang dipercayai, masa dibatas-batasi, wong udah dijamin undang-undang kok -_- 

Selama proses menunggu rasanya sudah hopeless, meskipun lulus kalau syaratnya harus ‘memangkas’ jilbab, ngga akan gue ambil. 

Ternyata gue lulus, ditelpon pihak HRD diminta mengikuti interview management sekitar 2 hari lagi. 

Maka datanglah gue ke sekolah di bilangan Cibubur ini, masih berharap, berpikiran positif, mudah-mudahan interview terakhir ini ga mempermasalahkan jilbab. 

Gue pun berhadapan dengan interviewer. Bicara masalah penempatan, kontrak, fasilitas dan salary. Dan menurut gue semuanya sudah okeh marokeh, bahkan karena skill speaking bahasa inggris gue masih rendah, gue dikasih kesempatan belajar selama 3 bulan. Ini pun OKeeeh marokeh juga, challenge accepted!

Sampai…

“Kalau nanti Anda ngajar pakai jilbab pendek yang dililit ataupun dimasukkan dalam baju dan pakai celana panjang, keberatan tidak?” 

(Lilit..lilit, lo kira sateee dililit-lilit! )

BLAAAH !! Tambah parah.

Tanpa ba-bi-bu-ba-bu gue bilang keberatan. Kalau sekarang, gue bilang karena masalah kenyamanan. Dan gue ngga nyaman pake celana panjang dan pakai jilbab cekek ketika ngajar. Sebenarnya bisa dibiasakan, tapi masalahnya kembali lagi ke masalah syariat, ke masalah agama, ke masalah prinsip. Blah.

Dan sesi interview berakhir, pengumumannya besok. Kalau lulus sesi interview ini, 2 hari kemudian tinggal tanda tangan kontrak kerja. 

Besoknya…

Gue ga ditelpon, ga di-sms, ga dikabari. Kenalan gue sesama peserta tes di sekolahan tsb meng-sms gue, dia bilang, “Vit, aku udah ditelpon sama pak ****, besok tanda tangan kontrak” 

Yasudah, bisa disimpulkan memang gue ngga diterima, ngga jadi tanda tangan kontrak, ngga jadi menikmati salary pertama di akhir bulan ini, ngga jadi berkunjung ke rumah camer  ngajar anak-anak yang unyu-unyu di sekolah ini. 

Nyari kerjaan ya kayak nyari belahan jiwa (Preeeet!), kalau ngga jodoh diusahakan sekeras mungkin  ngga akan dapat. Yatapi tetap harus mencari dan mengusahakan yang lebih baik, yang terbaik, yang tidak melanggar syariat, yang tidak melarang kebebasan dalam menjalankan ajaran agama, dan yang salary perbulannya cukup untuk biaya sehari-hari, nabung, beli i-phone, beli i-pad, dan beli mobil, bahahaha..mulai ngaco.

Tidak ada sehelai daun pun yang jatuh kecuali atas kehendak-Nya. 

Apa itu?

Ini tas kardus Kue Pia Legong. Kuenya sendiri ada 3 jenis, ada yang kacang hijau, keju dan cokelat. Ini kardusnya aja.. ada yang aneh ngga? 

Lihat isinya…

Coba perhatikan lebih jelas..

TADAAAAAA!

Dicariin, dipanggil-panggil ngga ada.. nggak taunya die ngumpet dimari -___-

Setelah berjuang keluar dari kardus.. this is it! Buntelaan abuuuw-abuuuuw ♥ ♥ ♥

Tanya

            

2 Cangkir teh telah dingin. Kita abaikan jarum jam yang berputar. Jam dan waktu tidak pernah kehilangan fungsinya. Hanya saja, manusia kadang tidak berharap pada waktu yang telah terlanjur berserakan. 

Banyak buku telah kita baca, banyak kata telah kita alirkan, banyak jalan telah kita lewati. Kau seperti api yang memantik, seperti angin sore yang menenangkan, pernah juga seperti gelas kristal yang terpecah. Dan kadang bagi ku, seperti labirin gelap dengan sedikit petunjuk arah dan cahaya.. 

Ketika kau entah di mana dalam urat nadiku
kusaksikan kertap suara itu
seperti asing rasanya matahari senja
cuaca tersirap begitu tiba-tiba
ketika kau entah di mana dalam urat darahku
kudengar lengking suara itu
seperti asing rasanya matahari senja
tak ingin tenggelam di ufuk sana
(Sapardi Djoko Damono)

[Flash 9 is required to listen to audio.]

Jamiroquai

"Seven Days In Sunny June"

The pebbles you’ve arranged
In the sand they’re strange 
they speak to me like to constellations as we lie here
There’s a magic I can’t hold
your smile of honey gold
and that you never seem to be in short supply of 

Ooh, so baby lets get it on
Drinking wine, and killing time and sittin in the summer sun
You know, I wanted you so long
Why did you have to drop that bomb on me 

Lazy days crazy dolls 
You said we’ve been friends too long 
Seven days in sunny June
Were long enough to bloom 
The flowers on the summer dress you wore in spring 
The way we laughed as one 
And then you dropped the bomb 
That I’ve know you too long for us to have a thing 

Could it be this 
The story in your eyes
Tell of silent wings 
You fly away on. 

Seven days in sunny June
Were long enough to bloom 
The flowers on the sunbeam dress you wore in spring 
Yeah yeah, the way we laughed as one 
Why did you drop that bomb on me 

Could it be this
The honeysuckle blessings you seem to show me 
Could it be this
For seven days in june I wasn’t lonely 
Could it be this
You never gave me time to say I love you 
Could it be this
I know you dont believe me but it’s so true 

Don’t walk away from me 
I read the stories in your eyes
Don’t you walk away from me
I read the stories in your eyes
And you been telling we been friends for too long  
I think I love you 
I think I love you


(but you wanna drop the bomb) 

Wisudaan

                    

Dan hari ini pun ada.. terjadi nyata dalam hidup gue..
Beberapa bulan kemarin sempat meragu, menggalau tak henti-hentinya :p

Alhamdulillah..Finally tanggal 24 Maret 2012 bertempat di JiExpo Kemayoran acara ini diselenggarakan. Tadinya kepikiran untuk ngga ikut aja. Pas inagurasi gue juga ngga ikut, jadi sekalian aja :))  Terus juga khawatirnya pas hari H ada panggilan interview, tes kerja atau semacamnya. Dan juga yang kebayang dalam otak gue, wisudaan itu cuma acara bagi-bagi ijasah terus foto-foto, terus pulang. Udah. Dan kenyataannya memang seperti itu XD  

Ada beberapa hal yang bikin gue males ikut ceremony wisudaan.

1. Males Dandan 

Kebanyakan kaum hawa cukup ribet untuk masalah ini. Dari mulai nyari kebaya, model jilbab, model jambul sanggul (bagi yang bukan hijabers), sepatu, asesoris, dan make up. Beberapa teman ada yang sangat prepare, mencari model kebaya, mencari bahan kemudian membayar jasa penjahit untuk membuat kebaya dengan model yang diingini.

Karena gue adalah seorang pemalas maka gue ngga prepare dari jauh-jauh hari. Beli kebaya pun gue disuruh sama si emak seminggu sebelum hari h (ditemenin pulak). 

Dandan pun hanya pakai bb cream, bedak, lip balm dan gincu (punya emak). Sedangkan model jilbab gue ‘rakit’ sendiri tanpa tutorial dari mana-mana, jadilah (kata seseorang di luar sana)  jilbab model medusa :l

2. Males Mengikuti Rundown Acara 

Rundown acara dari pembukaan, pidato rektor, pengumuman lulusan terbaik, dll..dll.. yang serius gue lakuin selama berlangsungnya acara adalah menyanyi lagu Indonesia Raya dan…foto-foto.

3. Err.. Adalah Karena Menerima Lembar Ijasah, Sudah Cukup Untuk Gue

Nyahahaha… karena sudah menghabiskan  1 setengah tahun untuk skripsi, apa yang bisa diharapkan ketika ceremony wisudaan? loncat-loncat kegirangan naik-naik panggung lari-lari sambil nari tor-tor terus teriak-teriak.. “HOREEEH GUWEEH LULUUUUUS COOOY…GUWEEEH LULUUUUS”, atau sambil tersedu-sedu, “ma..kasih untuk..hiks.. semua ora..ng, yang saa..yang.. sama..hiks.. a..ku, ini semu..a.. SROOOOOT.. ber..kat.. kali..an…” *kemudian pingsan*

Rasanya menerima lembar yang menyatakan gue udah lulus aja itu cukup, ndak perlu ceremony-ceremony-an. xD

Yang bikin gue kepingin dateng ya karena disana ada teman-teman yang sudah merasakan susah senang bersama waktu penyusunan skripsi :D
Maka ketika acara tengah berlangsung gue dan teman-teman lebih memilih mengobrol dan foto-foto xD 

Perjalanan yang panjang di satu-satunya kampus negeri di Jakarta, berakhir sudah. Fiuh~

Ketika satu perjalanan habis ditempuh, tentu akan menunggu jalan lain yang harus dilewati. Kemudian muncul pertanyaan, mau kemana kah gue selanjutnya? Tentu prioritas utama adalah menikahi laki-laki tampan bagaimana agar bisa memberdayakan ilmu yang sudah didapat, mengembangkan skill juga mandiri secara ekonomi. Sudah apply di beberapa lembaga pendidikan dan masih berproses sampai saat ini, mudah-mudahan diberikan yang terbaik. Amiiin :D

Tentang Demo BBM

Dia : Klo yg demo anak UI gpp.
Saya : Dimana? emang kenapa?
Dia : Di bunderan HI, soalnya mereka demo sambil jualan bensin 3000 seliter
Saya : Terus kamu mau beli gitu?
Dia : Iya, sambil ngerlingin yang jualan biar dikasih 2500 :p
Saya : Iya.. besok yang jualan mas-mas, kamu ngerlingin mas-mas.

Durable Love

                       


”..sayaang liat deh, sekarang ada akarnya”

Belakangan ini banyak bermunculan film Indonesia yang bagus-bagus. Beberapa udah gue tonton, beberapa belum, dan beberapa masih dalam daftar tunggu alias coming soon. 

Sambil nunggu film-film keren garapan Gareth Evans (The Raid) dan Joko Anwar (Modus Anomali) yang naik layar bulan depan, kemarin sempat nonton film pendek yang berjudul Durable Love. Film pendek ini ngga tayang di bioskop, kita cukup buka link www.durablelovemovie.com  aja. 

Durable Love ceritanya tentang cewe yang jatuh cinta sama seorang cowo geek. Temanya sederhana, udah gitu doang. Tapi sang sutradara meramunya dengan apik dan 2 pemain yg berakting natural, maka jadilah komedi romantis yang lumayan mengocok perut, karena lucu banget. 

Gue tahu info tentang film ini dari salah satu blog yang khusus mereview film-film Indonesia. Nama blognya ngomongin-film-indonesia.blogspot.com 

Beberapa film Indonesia yang gue tonton dari hasil membaca blog tsb selain film ini adalah film Ummi Aminah dan Catatan Harian Si Boy. 

NIGHTNIGHT by DEDDY